Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Konsumen

Sudah satu tahun lebih Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melarang peredaran Kratingdaeng Red Bull dan Susu Bear Brand. Namun sampai saat ini masih banyak ditemui peredaran kedua minuman suplemen itu di masyarakat.

KEDUA jenis minuman itu tidak memiliki izin edar di seluruh wilayah Indonesia. Minuman masuk ditengarai lewat pasar gelap.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengingatkan masyarakat tidak mengonsumsi minuman Kratingdaeng Red Bull karena tidak memiliki izin edar sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan konsumen.
“Kami ingatkan masyarakat tidak mengonsumsi Krantingdaeng yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah warung karena tidak memiliki izin dan masuk secara ilegal. Tidak ada label BPOM pada kaleng sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan konsumen,” kata Kasi Pemeriksaan, Penyelidikan, Sertifikasi, dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Babel Iswandi S. Farm, Apt di Pangkalpinang, Selasa.
Pihaknya melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara rutin terhadap produk makanan dan minuman yang beredar di sejumlah toko dan melakukan pemusnahan, karena minuman suplemen kaleng itu dinyatakan bermasalah karena tidak memiliki izin edar dari BPOM dan kandungan zat dalam minuman tersebut menyalahi aturan Menteri Kesehatan.
“Minuman kaleng merek Kratingdaeng ini sudah dilarang beredar sejak beberapa tahun lalu, bahkan ribuan kaleng minuman impor asal Thailand ini sempat kami musnahkan, namun minuman tersebut masih ditemukan beredar di pasaran karena masuk secara ilegal melalui sejumlah pelabuhan sehingga sulit melakukan pengawasan,” ujarnya.
“Selain Kratingdaeng, produk minuman merk Bear Brand 140 ml dengan bentuk kaleng ceper atau pendek juga dilarang beredar karena tidak memiliki izin,” ujarnya.
“Minuman impor ilegal tersebut masuk melalui pelabuhan-pelabuhan besar di Babel dan diharapkan pihak pelabuhan juga ikut mengantisipasinya dengan menyita dan menolak produk minuman terebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPOM Kunstantinah membenarkan larangan yang sudah berlaku sejak lama itu. Kedua jenis minuman itu saat ini banyak beredar di Provinsi Bangka Belitung (Babel).
“Produk itu masuk dari Thailand dan tidak terdaftar. Sementara yang terdaftar di kita (BPOM) adalah yang bukan dari Thailand,” ujar Kepala BPOM Kunstantinah.
Lebih jauh Kustinah menjelaskan, walaupun suatu produk yang sama terkadang diproduksi di beberapa negara berbeda, namun bukan berarti produk tersebut serta merta dibolehkan beredar di Indonesia. Sebab BPOM tidak mengetahui apakah produk yang diproduksi di negara itu telah memenuhi kaidah good manufacturing practices (GMP).
“Walaupun sama, tapi sumber negara produksinya berbeda tidak boleh. Karena kita tidak tahu persis bahan bakunya, prosesnya bagaimana,” lanjut Kustantinah.
Menurutnya, bisa saja produk itu telah memenuhi syarat GMP, namun karena tidak terdaftar maka secara hukum tidak boleh beredar. Jika produk dari negara bersangkutan tetap beredar berarti menyalahi izin edar.
“Sampai saat ini, produk yang dari Thailand itu baru ditemui di Babel. BPOM di sana yang melakukan pengamanan,” terang dia.
Produk tersebut, menurut Kustantinah, masuk secara ilegal melalui sejumlah pelabuhan. Lokasi Babel yang mudah dicapai dari negara lainnya menyebabkan potensi masuknya barang dari berbagai negara besar.
Kedua produk minuman tersebut sebenarnya sudah dilarang beredar sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, masih saja ditemukan produk yang masuk secara ilegal dari Thailand. Sebelumnya, BPOM Babel juga pernah memusnahkan ribuan kaleng minuman tersebut. Kustantinah menjelaskan, BPOM Pangkal Pinang baru-baru ini menemukan Kratingdaeng 250 ml dalam kaleng produk Thailand sejumlah 104 kaleng. Untuk diketahui, minuman serupa yang terdaftar di BPOM adalah yang dalam kemasan botol 250 ml. Sedangkan Bear Brand yang ditemukan BPOM PangkalPinang adalah dalam kemasan kaleng 140 ml sejumlah 194 kaleng. “Kedua produk tersebut tidak terdaftar di BPOM sehingga diamankan BPOM dan tidak diperkenankan dijual karena melanggar peraturan,” tutup Kustantinah.

About juniornainggolan28

I'm one cool, and easy to take along.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s